Strategi dan Analisa Fundamental

Analisa fundamental digunakan sebagai alat untuk mengukur nilai sebenarnya (true value) dari sebuah perusahaan dan dasar suatu tindakan investasi akan didasarkan pada hasil perhitungan analisis ini. Lebih lanjut, tindakan yang sama dilakukan juga di pasar forex ritel, di mana Fundamental Trader mengevaluasi nilai mata uang, dan negaranya adalah seperti sebuah perusahaan. Disini, Pengumuman ekonomi digunakan sebagai dasar acuan penentuan nilai sebenarnya dari mata uang.

Analisa dan Strategi Fundamental Trading Forex

Semua laporan berita, data ekonomi dan peristiwa politik yang dirilis tentang sebuah negara adalah mirip pengandaiannya dengan berita yang dirilis tentang suatu perusahaan di pasar saham di mana hal tersebut kemudian digunakan oleh investor untuk memperoleh gambaran tentang nilai perusahaan. Nilai yang berubah dari waktu ke waktu karena berbagai faktor, termasuk diantaranya pertumbuhan ekonomi dan kekuatan keuangan. Trader Fundamental forex melihat dan mengandalkan semua informasi ini untuk mengevaluasi nilai mata uang sebenarnya suatu negara.

Mengingat bahwa terdapat banyak sekali strategi trading fundamental forex yang acuannya didasarkan pada rilis data fundamental, dapat ditulis satu buku tersendiri tentang subjek ini. Untuk memberikan contoh nyata tentang peluang transaksi berdasar fundamental data ini, mari kita lihat pada salah satu situasi transaksi keuangan yang paling terkenal, yaitu forex carry trade.


Risalah Carry Trade Forex

Transaksi Carry Trade mata uang adalah satu strategi di mana seorang trader melakukan penjualan mata uang yang memiliki tingkat suku bunga yang lebih rendah dan kemudian membeli mata uang yang menawarkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Dengan kata lain, Anda meminjam uang pada tingkat bunga rendah, dan kemudian meminjamkan uang tersebut ke pihak lain pada tingkat bunga yang lebih tinggi. Disini para Trader menggunakan strategi mengambil keuntungan dari perbedaan yang terjadi diantara dua nilai tingkat suku bunga. Ketika digunakan leverage yang besar, perbedaan kecil sekalipun antara dua tingkat suku bunga dapat menghasilkan transaksi yang sangat menguntungkan. Seiring dengan peluang mengambil perbedaan tingkat suku bunga, investor juga akan sering melihat terjadinya kenaikan nilai pada mata uang dengan suku bunga yang lebih tinggi dikarenakan terjadinya aliran modal ke mata uang yang memiliki imbal hasil lebih tinggi tersebut, sehingga kemudian ikut meningkatkan nilainya.

Contoh nyata dari perdagangan Carry Trade ini adalah pada mata uang Yen yang terjadi mulai pada tahun 1999, saat Jepang menurunkan tingkat suku bunganya hingga hampir nol persen. Investor memanfaatkan kesempatan atas suku bunga yang lebih rendah ini dan meminjam sejumlah besar mata uang yen Jepang. Mata Uang Yen yang dipinjam tersebut kemudian dikonversi ke dalam mata uang $USD, yang kemudian digunakan untuk membeli obligasi Pemerintah U.S dengan imbal hasil sekitar 4,5-5%. Karena suku bunga Jepang pada dasarnya nol, artinya investor tidak perlu membayar bunga/interest apapun untuk pinjaman yen Jepang nya dan memperoleh hampir semua keuntungan dari hasil obligasi Pemerintah U.S, Dengan menggunakan Leverage, Imbal hasil yang diperoleh pun meningkat Pesat.

Misal, 10 kali leverage akan memberikan imbal hasil sebesar 30% pada suatu tingkat suku bunga 3%. Jika Anda memiliki $ 1.000 dalam account Anda dan memiliki akses pada 10 kali leverage, Artinya Anda mengendalikan $ 10.000. Jika Anda menerapkan mata uang carry trade dari contoh di atas, Anda akan mendapatkan 3% per tahun. Pada akhir tahun, $ 10.000 investasi Anda akan menghasilkan $ 10.300, atau $ 300 keuntungan. Karena Anda hanya menginvestasikan $ 1.000 uang Anda sendiri, pengembalian riil Anda akan mencapai 30% ($ 300 / $ 1.000). Namun strategi ini hanya bekerja jika nilai pasangan mata uang tersebut tetap/tidak berubah atau tidak terdapat penguatan/pelemahan yang berarti antar pasangan mata uang tersebut. Oleh karena itu, sebagian besar Trader Carry Trade di pasar Forex melihat ini tidak hanya satu kesempatan untuk mendapatkan hasil dari perbedaan tingkat suku bunga, tetapi juga suatu kesempatan peningkatan modal. Jika kita lebih sederhanakan lagi tentang transaksi ini, kunci penting untuk diingat disini adalah satu perbedaan kecil sekalipun pada tingkat suku bunga dapat menghasilkan keuntungan yang sangat besar ketika diaplikasikan dengan tindakan leveraging. Kebanyakan Broker perdagangan mata uang mensyaratkan sejumlah tingkat margin minimum untuk dapat memperoleh bunga/interest dari transaksi Carry Trade.

Namun, transaksi ini kemudian menjadi rumit saat terjadi perubahan nilai tukar antara dua mata uang. Jika mata uang dengan imbal hasil lebih rendah mengalami penguatan terhadap mata uang berimbal hasil lebih tinggi, keuntungan yang diperoleh antara dua hasil dapat menguap. Alasan utama kondisi ini dapat terjadi adalah bahwa tingkat resiko mata uang berimbal hasil lebih tinggi yang kadang terlalu besar bagi investor, sehingga mereka memilih untuk berinvestasi di mata uang dengan tingkat imbal hasil rendah dan mata uang yang lebih aman. Karena carry trades sejatinya adalah satu transaksi jangka panjang, Transaksi ini rentan terhadap berbagai perubahan kondisi pasar dari waktu ke waktu, seperti terjadinya kenaikan tingkat suku bunga dalam mata uang berimbal hasil lebih rendah, yang kemudian membuatnya lebih menarik bagi banyak investor dan dapat menyebabkan terjadinya apresiasi mata uang, keadaan ini dapat mengurangi hasil dari transaksi carry trade. Hal inilah yang membuat masa depan transaksi dari satu pasangan mata uang adalah sama pentingnya dengan perbedaan yang ada pada tingkat suku bunganya juga.

Lebih Lanjut, bayangkan suatu kondisi dimana tingkat suku bunga di U.S adalah 5%, sedangkan tingkat suku bunga di Rusia adalah 10%, hal ini memberikan satu kesempatan carry trade bagi para trader dengan melakukan tindakan Jual terhadap dollar US dan selanjutnya Membeli rubel Rusia. Asumsikan saja seorang trader meminjam $ 1.000 US pada tingkat suku bunga 5% selama satu tahun dan kemudian mengkonversikannya menjadi rubel Rusia pada tingkat 25 USD / RUB (25.000 rubel), dengan mengambil mengambil masa kontrak investasi selama setahun. kemudian diasumsikan tidak ada perubahan nilai mata uang antara keduanya pada masa kontrak tersebut, maka 25.000 rubel akan menghasilkan nilai 27.500 pada akhir masa kontrak, dan jika nilai tersebut dikonversi kembali ke dolar AS, akan bernilai $ 1.100 US. Tetapi karena pedagang meminjam $ 1000 US pada tingkat suku bunga 5%, maka ia berutang $ 1050 US, hal ini membuat keuntungan bersih dari perdagangan hanya sebesar $ 50.

Carry Trade Risk
Carry Trade Risk
Namun, bayangkan juga kemudian bahwa terjadi satu keadaan krisis di Rusia, seperti yang terjadi pada tahun 1998 ketika pemerintah Rusia gagal membayar utangnya dan terjadi devaluasi besar terhadap mata uang di Rusia karena pelaku pasar menjual besar-besaran posisi mata uang Rusia mereka. Maka untuk contoh kasus diatas, Jika pada akhir tahun terdapat perubahan nilai tukar Rubel sehingga nilainya kemudian menjadi 50 USD / RUB, maka 27.500 rubel diatas pada masa akhir kontrak, saat akan dikonversi menjadi $ USD nilainya akan menjadi hanya $USD 550 (27.500 RUB x 0,02 RUB / USD). Karena sebelumnya juga sang trader telah memiliki utang $USD 1050 , maka di akhir masa kontrak , ia akan mengalami kerugian nyata yang signifikan dari investasi pola carry trade ini dikarenakan terjadinya fluktuasi mata uangi – walau meski saat itu suku bunga di Rusia masih tetap lebih tinggi dari $ USD

Contoh lain yang bisa menjelaskan peran untuk analisa fundamental forex adalah pada penentuan harga yang terjadi di pasar komoditas. (Untuk membaca lebih lanjut tentang ini, lihat bahasan Harga Komoditas Dan Pergerakan mata uang.)

Semoga saat ini Anda telah memiliki pengetahuan dan dasar acuan tentang beberapa dasar ekonomi dan fundamental yang mendasari terjadinya pergerakan pasar forex dan faktor ekonomi yang mempengaruhi terjadinya pergerakan mata uang. Yang paling penting yang harus dipahami dari bahasan ini adalah bahwa hubungan pada mata uang dari negara-negara yang memilikinya, adalah sama seperti seperti hubungan yang terjadi pada perusahaan dan nilai sahamnya, yang nilainya juga terus berubah pada berdasarkan faktor fundamental seperti pertumbuhan ekonomi dan tingkat suku bunga. Kita pun, berdasarkan teori-teori ekonomi yang telah dipaparkan di atas, juga memiliki landasan tentang bagaimana faktor-faktor ekonomi tertentu dapat mempengaruhi pergerakan mata uang suatu negara. Selanjutnya kita akan beralih ke pembahasan dan pengenalan tentang analisis teknis, satu pelajaran lain dari jenis analisis yang dapat digunakan untuk memilih jenis perdagangan yang cocok di pasar forex.
 
Copyright © Media Online All Right Reserved ● Design OnlinePlus - Powered by KampungBlogger.Com